semerbak angin berjalan lambat
diantara gerimis ia mencoba beranjak
berbagai ranting ia tembus
menyapa dedaunan hingga berguguran
aku dan angin, ia mengelus wajahqu
sembari ku potong anganku yang bisu
sesegera ia tersenyum malu
ah. ternyata itu hanya mimpi untukku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar